Rabu, 23 Maret 2011

Langkah – Langkah Membuat Prosesor Agar Tidak Cepat Panas

  1. Memberikan Thermal Grease

Pada permukaan heatsink dan prosesor yang saling bersentuhan tidak saling terhubung dengan sempurna, itu artinya masih terdapatnya celah kecil. Maka panas yang terdapat pada prosesor itu, tidak dapat keluar dengan baik. Oleh karena itu diperlukanlah thermal grease. Fungsi dari thermal grease yaitu untuk membantu pelepasan panas yang terdapat pada prosesor dan menjaga suhu prosesor agar tetap stabil.

  1. Memasang Heatsing Dengan Benar

Letakkan heatsing di atas prosesor dengan menutup semua bagian sisi prosesor tersebut. Setelah itu kunci dengan kait pengunci yang terdapat pada heatsink. Jika pemasangan heatsink yang kurang baik maka akan timbul panas yang tidak dapat terlepas.

  1. Merapihkan Kabel

Udara dalam casing ini mengalir dari depan ke belakang. Panas yang dibuang oleh heatsink disapu oleh aliran udara ini tidak dapat mengalir sempurna kalau didalam casing yang menghalani.contoh kabel – kabel yang tidak tersusun dengan baik. Hal ini dapat mengurangi kecepatan aliran udara didalam casing. Agar kelihatan baik maka ikatlah kabel – kabel yang dapat mengagngu komponen komputer.

  1. Meletakkan Casing

Agar udara di dalam casing bias bersikulasi dengan sempurna dari luar ke dalam casing dan kemudian dikeluarkan lagi. Usahakan lubang yang terdapat didepan casing jangan terhalangi, begitu pula dengan lubang – lubang sirkulasi udara dibelakang.kalau suhu sekitar 50 derajat maka suhu yang masuk kedlam casing kurang lebih juga sebesar 50 derajat, akibatnya prosesor akan mempunya tingkat panas yang lebih tinggi. Tempatkan casing pada tempat yang mempunyai sirkulasi udara yang baik, untuk mencegahnya panas yang berlebihan dari prosesor.

  1. Membuka Bays Yang Kosong

Untuk casing yang tidak memiliki banayak fasilitas fan atau kipas tetapi menginginkan prosesor selalu pada keadaan suhu yang stabil. Maka cara ini dapat mengantisipasi terjadinya panas pada prosesor yang cepat. Lepaslah bays salah satu penutup yang kosong dan membiarkan udara luar bias masuk kedalam. Dan periksalah kabel – kabel yang menghalangi aliran udara. Dapat menggunakannya kipas angina yang diletakkan diluar casing, cara ini cukup efektif untuk dapat menurunkan suhu pada casing.

  1. Menjaga Kebersihan

Jika sedang membuka casing, bersihkanlah bagian – bagian yang terdapat pada komponen – komponen komputer. Karena jika kotoran yang menempel pada komponen computer tidak segera dibersihkan maka panas yang dihasilkan oleh komponen tidak dapat lepas, maka akan membuat menjadi panas. Cara ini memang tidak 100% dapat menurunkan suhu, tetapi dapat memperpanjang umur komputer tersebut.

Semoga Dapat Membantu Anda Semua

Suara – Suara Pada Hard Disk

Terkadang mungkin kita dapat mengenali kerusakan pada hard disk secara global melalui suara yang dikeluarkannya, dan ini mungkin sangat membantu sekali dalam mendeteksi kerusakan pada hard disk. Suara – suara itu anatara lain :

  1. Hard Disk Diam / Blank

Dari gejala yang ditimbulkan hard disk, tidak menampakkan tanda – tanda kehidupan, ini mungkin disebabkan ole board, atau pada sirkuit elektronik tidak dapat men-suply tegangan menuju motor drive, atau servonya itu sendiri yang rusak.

  1. Suar Berdenging Ada, Tetapi Terputus – Putus Dan Berulang – Ulang

Dari gejala pada hard disk ini menandakan bahwa hard disk tersebut bekerja tetapi suara yang ditimbulkan tidak normal, terkadang ada kadang tidak ada. Ini biasanya disebabkan oleh kondisi head sudah menggores platter secara melingkar.

  1. Suara Denging Normal, Tetapi Ada Suara Lain Terputus – Putus Dan Berulang – Ulang

Gejala yang satu ini sering kita jumpai pada umumnya kerusakan pada hard disk, ini biasanya disebabkan oleh terjadinya putus aliran listrik secara tiba- tiba pada saat hard disk sedang melakukan pengaksesan data yang cukup besar, sehingga menebabkan head menggores secara garis lurus pada permukaan platter dan menyebabkan tidak terdeteksi oleh bios.

  1. Hard Disk Hanya Mendenging Normal, Tetapi Tidak Ada Suara Lain

Masalah yang ditimbulkan oleh yang satu ini sebenarnya hard disk bekerja dengan baik, hanya saja head terkadang tertahan oleh platter maupun oleh actuator yang sudah tidak dapat bekerja dengan normal sehingga hardisk tidak menampakkan kegiatan selanjutnya.

  1. Suara Denging Normal, Tetapi Ada Suara Lain Yang Berisik

Dari gejalanya, sebenarnya hard disk terdeteksi oleh BIOS, hanya saja kondisi cylinder 0 tergores secara melingkar sehingga menimbulkan suara berisik dan ini menyebabkan tidak dapat booting.

  1. Suara Denging Normal, Tetapi Ada Suara Lain Seperti Helicopter Kecil Hanya Sesaat

Kondisi hard disk ini tidak aneh dan sering kita dengar, dan inilah tanda – tandahard disk dalam keadaan normal dan terdeteksi oleh BIOS tinggal masalah bad sector kita dapat mengeceknya dengan software.

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan hard disk :

  • Periksa kabel – kabel (ternasuk kabel power), apakah terhubung dengan baik.
  • Pastikan bahwa jumper diset dengan baik, apakah master atau slave.
  • Jika ada pesan error “Disk Not Found”, kembali ke setup BIOS.
  • Periksa versi BIOS yang digunakan sesuai dengan hard disk yang digunakan.
  • Error seperti “Missing Command Interpreter” berarti bahwa file command.com yang sah tidak berada pada direktori akar dari hard disk.
  • Suara berderit terus menerus adalah tanda dari hard disk yang buruk atau poer supply yang buruk. Keduanya adalah problem yang serius, dan penyebabnya harus ditemukan dan diperbaiki dengan segera.
  • Lakukan pemformatan setiap 6 bulan sekali, karena ini merupakan salah satu maintenance (perawatan) hard disk yang akan memperpanjang usia hard disk.
  • Setiap 3 bulan atau 6 bulan sekali lakukan defrag agar semua file yang terdefragmentasi dapat tersusun rapi kembali, dan ini akan meningkatkan kinerja hard disk.
  • Hindari panas yang berlebihan, karen dapat menyebabkan hard disk terbakar.
  • Gunakan cooler hardisk agar suhu pada har disk tetap dapat terjaga dengan baik.
  • Hindari guncangan pada hard disk, gunakanlan bantalan hard disk jika ingin dibawa pergi, karena dapat menyebabkan kerusakan secara fisik.
  • Hindari pendekatan pada hard disk dengan magnet.
  • Jangan mengera – gerakkan hardisk pada saat computer menyala.

Langkah – Langkah Mendeteksi Kerusakan Pada Hard Disk

Hard disk merupakan komponen yang vital pada PC, fungsinya menampung seluruh software maupun data yang anda simpan. Jika komponen yang satu ini tidak dapat bekerja, maka masalah besar bagi anda yang memiliki data dalam hard disk tersebut. Ada beberapa langkah emergency dapat anda lakukan agar hard disk yang tidak bekerja , dapat bekerja kembali dengan baik. Langkah – langkah yang dapat anda lakukan anatara lain ;

Memeriksa Kabel Penghubung

Langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan koneksi yang menghubungkan hard disk dengan komponen yang lainnya. Ini penting untuk mengetahui apakah kerusakan yang terjadi memang berasal dari koneksi kabel yang tidak tepat atau rusak. Untuk itu, yang harus dilakukan adalah memeriksa kabel konektor tegangan. Pastikan kabel konektor tersebut masih dapat digunakan dengan baik. Apabila anda ragu, anda dapat menukar dengan kabel konektor power yang lain. Selanjutnya, periksalah apakah kabel data sudah terpasang pada port yang sesuai. Lalu periksalah jalur – jalur pada kabel, apakah ada yang terputus atau tidak. Kalau semua konektor – kontor ini anda rasa tidak ada yang rusak, berarti kerusakan buka pada bagian ini.

Pendetesian Pada BIOS

Langkah selanjutnya adalah masuk ke setup BIOS, pastikan hard disk yang terpasang terdeteksi oleh BIOS. Apabila tidak, anda dapat ”memaksa” sistem untuk melakukan pendetesian secara manual. Caranya dengan mengatur setting untuk hard disk agar sistem melakukan pendeteksian. Pada sebagia tipe BIOS, untuk melakukan ini anda dapat menggunakan fitur auto detect agar har disk dapat terbaca oleh sistem. Selanjutnya, anda dapat keluar dari BIOS dan mengecek apakah hard disk sudah bekerja lagi seperti biasa. Jangan lupa juga untuk mengatur setting jumper pada bagian belakang hard disk untuk status hard disk pada system.

Gunakan Fitur Smart

Fasilitas ini sudah ada pada sebagian besar BIOS saat ini. Pada penggunaan standar, fitur ini biasanya dimatikan agar proses booting dapat lebih cepat. Namun apabila apabila anda sedikit ragu akan “kesehatan” hard disk anda, fitur ini secara dini dapat mendeteksi apakah hard disk megalami ganguan atau tidak. Yang perlu anda lakukan untuk menjalankan fitur ini adalah masuk ke BIOS dan memilih pilihan enable. Ketika fitur ini diaktifkan, sistem akan mendeteksi apakah hard disk anda memang benar – benar rusak ataupun tidak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Cari Blog Ini

Memuat...